Burung Dalam Sangkar

Hello readers... masih dalam pembelajaran filsafat, sebelumnya saya sudah membahas tentang ada dan tiada. dalam kesempatan kali ini saya akan membahas tentang BURUNG DALAM SANGKAR. tapi sebelum itu buat para readers yang masih baru berkunjung ke blog saya silahkan baca ini terlebih dahulu sebelum melanjutkan postingan saya selanjutnya... KLIK disini


sumber: google.com

Didalam kehidupan yang terbatas ini, adakah hal yang sangat penting? pertanyaan ini tidak sesederhana yang kita pikirkan. jika saya bertanya kepada anda yang sedang kelaparan maka hal yang terpenting adalah makanan, jika saya bertanya kepada orang yang sedang kedinginan maka hal yang terpenting adalah kehangatan dan jika saya bertanya kepada orang yang sedang kesepian atau bahasa kekiniannya JOMBLO maka jawabnya adalah pasangan atau teman hidup (gue banget:)

Kebutuhan akan terus ada sampai akhir hayat menjemput kita. terlepas dari itu. apa makna dari semua ini? bagaimana seharusnya kita hidup? pertanyaan yang mungkin sering diajukan oleh para filosof ini terkadang sudah terjawab oleh sejarah itu sendiri dengan jawaban yang berbeda beda. bahkan di era modern sekarang ini kita tidak terlepas dengan jaringan internet yang memudahkan kita untuk mencari informasi dan bahkan semakin banyak buku yang diterbitkan oleh para penulis ahli juga tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan para pembacanya tentang bagaimana seharusnya kita hidup...


tetapi ada satu hal yang pasti, kita sebagai manusia punya kehendak bebas untuk diri sendiri, apa yang kita mau? apa yang kita lakukan? semua tidak terlepas dari SALAH dan BENAR. walaupun kita bebas melakukan sesuatu, ada batasan-batasan yang menahan kebebasan manusia itu sendiri. ibarat burung dalam sangkar, kita bebas berkicau semaunya kapanpun itu waktunya, melangkah kesana kemari, makan apa saja yang "diberi" dan melakukan apapun sesuai keinginan... tetapi hal itu kita lakukan hanya di dalam sangkar burung.



Tahukah kamu apa sangkar burung ini???


jika saya menjawab dengan hati-hati maka jawabannya adalah ini...

Sumber :  google.com

ya... AGAMA-lah jawabannya




tapi bagaimana bisa agama  mengekang kebebasan seseorang?

mari kita jabarkan, saya sebagai penulis sangat setuju jika manusia punya hak kebebasan dalam melakukan sesuatu. lantas, kenapa ada harus ada batasan dalam kebebasan itu sendiri? kebebasan yang harus dikekang dalam perspektif saya disini adalah kebebasan yang berarti segalanya, seperti membunuh, mencuri, , berzina, dan kelakuan buruk lainnya. inilah yang akan terjadi pada manusia apabila kebebasan setiap individunya punya tujuan yang berbeda-beda tanpa dikendalikan oleh apapun. pada akhirnya yang terjadi adalah kekacaun massal di muka bumi yang berujung punahnya kehidupan.

ilustrasi dari : defeyentinc.com

kita sebagai makhluk yang berakal yang pada dasarnya mengelola bumi dengan baik dan mempertahankan ke alamiannya dan eskistensinya, justru dirusak oleh manusia itu sendiri.

maka disinilah diperlukan yang namanya pengendali atau batasan-batasan yang namanya agama atau sangkar burung untuk mengekang kebebasan makhluk yang ada dildalamnya. tetapi sangkar burung ini bukan sangkar burung biasa yang seperti kita ketahui pada umumnya, sangkar burung ini spesial. Bisa mengajarkan tutur kata yang baik, moral dan etika, dan masih banyak lagi. Agama bahkan jalan hidup manusia itu sendiri yang bisa memberi petunjuk kebenaran, membangkitkan spirit rohani kita baik di kala suka maupun duka.

Orang yang beragama sudah pasti berTUHAN. bagaimana dengan sekelompok orang yang tidak percaya akan tuhan, mereka yang meyakini bahwa apa yang terjadi didunia ini murni dari proses yang bisa dijelaskan secara ilmiah. untuk itu saya akan membahasnya di sangkar burung part 2. nantikan postingan saya selanjutnya.

cukup sekian pembahasan mengenai burung dalam sangkar ini, semoga apa yang kita pelajari ini bisa bermanfaat bagi kita semua baik itu didunia maupun diakhirat kelak. Untuk para readers yang ingin memberi masukkan atau mengajak berdiskusi bersama, silahkan isi komentar anda dibawah ini..

sekali lagi saya ingatkan, baca postingan dasar dulu sebelumnya (KLIK DISINI)... baru kalian membaca postingan ini.. terima kasih

#akan selalu ada sisi yang lain


Baca juga tulisan menarik lainnya

Comments
2 Comments

2 Responses to "Burung Dalam Sangkar"

abdul rozaq said...

Disini saya akan sdikit menyinggung pembahasan yang akan anda tlis dlam part 2, ykni....pngekang yang menurut sya dominan, dlam hal ini semua orang, baik atheis maupun beragama, bukanlah agama, melainkan norma kesopanan, etika / aturan yang ada di masyarakat, dan adat kebiasaan tiap daerah msing2....
So, agama mrupakan pembatas yg diperuntuk.kan bgi mereka yang beragama.
It's my opinion....

Jian Pratama said...

terima kasih... bagus juga kita masukkan norma adat sesuai daerah masing2 yg menjadi sanfkarnua.. jadi tunggu saja postingan saya selanjutnya.... terima kasih

Subscribe !